pokerepublik
pokerlounge

Maxbet  Kaskus303
Indobokepz - Indonesian Movie and Picture Community
sarana99 855Online sarang303

 

 

RumahTaruhan88 Saranapoker idr77





Alpha4D Bola54
pokerace99 togelplus
AonCash AonCash
MacauOnlineBet tglplus
pokerclub BandarJakarta
Royal188 Fairbet88
Royal188 raja303

 

Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 20
  1. #1
    Virgin chumita's Avatar

    Join Date: Dec 2011

    Posts: 6

    Thanks: 0

    Thanked 72 Times in 6 Posts

    Default Dewi Istri ustadz 5(akhirnya selingkuh)

    Aku masih menikmati sisa2 orgasmeku, rendy segera menindih tubuhku. Ia berusaha merentangkan kedua

    pahaku, namun aku bergeming kusilangkan kedua kakiku. Rendy tak juga mau menyerah, dengan telaten

    dimasukkan kontolnya diantara jepitan pahaku. “Rendy… kamu mau apaaa?..”

    “mbak pernah petting ngga?” bisik Rendy ketelingaku, aku menggeleng, aku sungguh tak mengenal istilah

    tersebut. “Kita cobain yuk” bisiknya lagi,“rennnn.....jangan….aku ngga mauu”“ngga pa pa… Rendy cuma

    mau masukin kepalanya aja trus Rendy cabut lagi” Rendy mengosokan ujung penis ke atas dan kebawah

    pada bibir vagina ku. “ja..ngannn rennn ..ohhhhh”Rendy dalam posisi yang tepat sehingga aku tak kuasa

    mencegahnya. Leppp!!! Ujung kulup Rendy yang mbdol besar itu lenyap juga membelah dan masuk ke

    belahan liang ku. “ngga sakit lagi kan mbak? Rendy masukin lagi ya mbak seperti tadi?”“ngga mau ah” aku

    masih menahan gengsi. “ Rendy janji ngga dalem-dalem” aku mengeliat saat benda itu kembali bersarang di

    kewanitaanku, diiringi geli dan nikmatnya bukan kepalang. Setelah masuk Rendy menahannya lebih lama dari

    tadi. Pinggul Rendy mulai bergerak mundur maju mengocok lembut vagina ku. Ia tarik mundur sedikit namun

    tak sampai penisnya lepas tercabut lalu kembali melesak masuk lagi sedalam tadi. Memang tak banyak

    gerakan yang dibuat Rendy, namun itu cukup untuk membuat aku menggelinjang nikmat. Ia gosokan

    penisnya ke atas dan ke bawah belahan vaginaku menyentuh klitoris lalu lalu perlahan bulatan kepala masuk

    hingga memenuhi pintu vaginaku “uhh.. dia masuk lagiii” gumamku lirih. Rendy mengocok dengan cepat.

    Membuatku terbuai dan larut dalam goyangan birahi Rendy. Beberapa menit ini aku cukup kelabakan

    menangani napsu anak ini yang tak kunjung reda. Aku harus berusaha menghindari Rendy, aku takut makin

    terhanyut oleh permainan anak itu hingga akhirnya harus menyerahkan milikku yang paling berharga. namun

    selalu seperti sebelumnya, aku tak bisa. aku tak sanggup menolak. Naluri kewanitaanku juga menginginkan

    belaian-belaian dari rendy.Kenikmatan itu begitu memabukkan, membuatku ketagihan, Ughh…penis itu

    kembali menancap vaginaku. Gatal nikmat menjalar cepat menyengat s*****kanganku akibat ujung sengat

    Rendy.


    “Mbak….” “Egg?”

    “boleh ya mbak, kali ini … Rendy masukan semua titit Rendy kepunya mbak?” aku telah menduga sejak awal

    kalau akhirnya rendy akan meminta hal itu juga. “Jangan rennn …, Rendy kan sudah janji . tidak akan

    melakukan lebih dari hanya sebatas petting..” Dengan akal sehatku, aku masih berusaha mengendalikan

    hasrat pada dirikuyang juga menggelora. Aku bukan tidak tahu resiko permainan apiku dengan Rendy .

    Hanya tinggal satu langkah lagi akudan Rendy akan melakukan apa yang hanya boleh aku lakukan dengan

    suamiku yang sah. “Rendy ngga mau ingkar janji sama mbak, tapi…kalau mbak ijinkan meski hanya sekali ini

    saja Rendy ingin menjadi laki-laki yang ngentot sama ibu, demi cinta Rendy sama mbak” Rendy masih

    menindih tubuh sintal aku, itupun Ia terus menerus memberikan rangsangan terhadap tubuh ku, mulutnya

    menghisap kuat puting sebelah kiri payudara ku karena ia tahu yang kirilah yang paling sensitif. Sementara

    kepala penisnya tetap bergerak keluar masuk dalam kelopak vagina ku, ini adalah posisi paling aku sukai Ia

    merasakan kenikmatan ganda. Hampir satu jam lamanya ia melakukannya. Entah kenapa Rendy tak kunjung

    ejakulasi padahal aku sudah empat kali memperoleh orgasme. Semakin lama vaginaku semakin sensitif

    terhadap rangsangan. Bahkan orgasme yang terakhir barusan nyaris membuat air kecingku ikut memancar

    keluar bersama cairan cintaku. Rasanya aku tak mampu terus menerus melawan kemesraan yang diberikan

    Rendy padaku

    “Rennnn……masuk..kan…semuaaa, mbak tak tahann lagiii ohhhh…” akhirnya aku berbisik demikian ke telinga

    Rendy, Rendy bukan main terkejut namun gembira mendengar penyerahan terakhir kunya itu, sungguh ia

    tak menyangka akhirnya aku mengijinkannya melakukan penetrasi penuh ke liang senggamaku. “ughhh

    mbakkkk.… Rendy entot sekarang ya?” ujar rendy lirih “Iya rennn..iya.. milikii mbak sayangg!!!! Ohhh!!”

    rintih ku. Tak ada rasa malu yang tersisa aku sudah tak peduli lagi terhadap statusku sebagai seorang istri

    ustad. Birahiku sudah sampai pada titik puncak Kini aku hanya butuh penuntasan dari rendy menggumuliku.

    Tak membuang waktu Rendy mendekap tubuh sintal ku Mulutnya menyergap kembali putting sebelah kiri ku.

    Melumatnya untuk meningkatkan rasa nikmat bagi ku sebelum penyatuan itu terlaksana. Hingga tak terlalu

    sukar bagi penis Rendy melakukan penetrasi total. Rendy menurunkan pinggulnya dan dengan satu

    hentakan lembut kewanitaanku merengang dan terkoyak“Awww.. Rennnn!!!” pekik ku lirih perih saat

    kontolnya memasukki lorong nikmatku, jemarinya mencengram pinggul Rendy. Penis nya terus mendesak

    masuk perlahan menjamahi semua keindahan yang sudah sekian lama didambakannya di dalam sana hingga

    akhirnya berhenti setelah ujungnya yang berkulup menyentuh dasar liang cintaku. Penantian Rendy selama

    ini telah menjadi kenyataan, kini aku sudah menyerah secara utuh dalam dekapan eratnya. Kulit ku yang

    halus lembut bersentuhan tanpa penghalang dan batas apapun dengan tubuh kasar Rendy. Kemaluan kami

    bertaut erat menyatu dengan sempurna seakan penis Rendy memang tercipta bagi vaginaku begitupun

    sebaliknya. “Ougghhh..rennnn…pelann pelannn…”


    aku mulai merasakan sengatan nikmat melanda s*****kanganku, Rendy mengocok lembut daging

    kejantanannya. Ditariknya sedikit sejauh satu senti menghujam lagi perlahan hingga menyentuh dasar rahim

    lalu dua detik ditahannya di sana. Berulang-ulang ia ulangi gerakan itu“Ouhh…uuu..rennn” aku mengangkat

    pinggulku tiap kali kontol Rendy ditarik keluar, begitupun bila penis Rendy menekan masuk, aku mengikuti

    arah gerakannya. Vaginaku begitu penuh sesak oleh daging cinta hitam milik Rendy. Gatal dan nikmat makin

    tak tertahankan. Ketika orgasmenya datang akupun pun terpekik “rendyyyyyyy!!!!!!!!……Oughhhhh……”


    akupu mempererat dekapanku, Kedua kakiku melingkar dipinggul Rendy dan menekannya. Ini orgasme ku

    hasil persetubuhan secara penuh dengan Rendy. Bola mata ku lenyap hanya tinggal putihnya. Cairan cintaku

    memancar deras, sungguh tak terkira nikmatnya, jauh lebih nikmat dari sebelumnya, bahkan berjuta kali jauh

    lebih nikmat dari petting barusan. Rendy tahu apa yang harus ia lakukan saat itu, Ia berusaha menambah

    sensasi kenikmatan orgasme bagi ku. Sambil bertahan ketika vagina ku berkontaksi melumat penisnya,

    ditekannya benda itu sedalam dan selama mungkin pada kemaluan wanita itu. Lalu dikerahkannya kekuatan

    otot kemaluannya untuk membuat denyutan-denyutan berirama dan keras, nampaknya ia berhasil. Vaginaku

    masih terus menghisap penisnya hingga satu menit. “mbak….dewi…enaakkkkkk!!”Rendypun terpekik dalam

    sensasi nikmat.

    Rendy menggigil menahan nikmat namun ia tak mau berakhir secepat itu. Spermanya seakan ingin meledakan

    di ujung penisnya namun masih dapat ia pertahankan sekuat tenaga. Rendy tetap mengocok penisnya kali ini

    secara cepat. aku terkejut gerakan Rendy kali ini membuatku begitu cepat melambung“Ohh.. Rendyiii… kamu

    kuat sekaliiiii” Nampaknya sesi kali ini tidak berlangsung lama, baik Rendy maupun aku tak mampu lagi

    bertahan.“mbak dewi sayaaang…Rendyii sudah mau keluaarrr!!” aku mengeratkan jepitan kakiku pada

    pinggul Rendy mencegahnya untuk mencabut penisnya. Segera hanya hitungan detik, orgasme dasyat

    melanda kami berdua. Seketika itu juga Rendy menekan tititnya secara penuh dan membentur mulut rahim

    ku.

    “arrrggghhhhhsss…........Rendyyyyyyyyyy” jeritku disusul Vagina ku berkontraksi hebat melumat tiap senti

    daging penis Rendy, menghisapnya dengan segenap cinta dan kepasrahan. aku rasakan sekujur tubuhnya

    menggigil. Kesadaranku sejenak hilang, pandangannya nanar, serasa jiwanya melayang tinggi, r****ya

    serasa terendam ke dalam samudera kenikmatan ragawi yang tak bertepi. Secercah cahaya putih yang

    berpendar di matanya lalu menjadi kabur. Entah berapa lama ia tak sadar.Rendy pun mendekap erat

    tubuhku. “Ouggghhhhh..mbak!!!!!!..Rendy keluarrrrrr!!!!” pekiknya merasakan kenikmatan yang datang

    jauh lebih dasyat dari pada sebelumnya. Nampaknya kali ini Rendy tak mampu bertahan lagi. Pertahannya

    runtuh oleh nikmatnya lumatan dasyat vaginaku sungguh membuat kejantannya tak berdaya. Penis rendy

    berdenyut denyut kencang, air mani yang tersimpan dalam testisnya selama hampir satu jam ini tak

    tertahankan meletup dari ujung kepundannya dan memancar deras pada tiap denyutannya. Denyutan yang

    menghentak berulang-ulang jauh lebih dering dan keras dari biasanya, Rendy seakan-akan ingin

    mengosongkan seluruh isi testisnya ke dalam rahim ku. Orgasme dasyat itu berlangsung sekitar satu

    setengah menit namun bagi ku dan. Setelah orgasme ku mereda dan kesadaran kembali pulih, aku berusaha

    mengatur napasnya. Penis Rendy pun masih menancap ketat.“Uhh..rennn…cabut duluu” pinta ku lirih ketika

    aku rasakan kewanitaanku agak ngilu.Rendy mencabut perlahan meski ia masih ingin berlama-lama di dalam

    situ.

    “Plokk…” saat benda itu terlepas sebagian sperma Rendy tumpah ke seprey. aku memperhatikan bercak-

    bercak lendir putih menempel pada penis Rendy. Aku tersadar telah melakukan hal terlarang dan telah larut

    didalamnya. Kepalaku menjadi semakin berat, tiba2 gelap telah menutup mataku dalam keadaan bugil aku

    tidak sadarkan diri didepan mata rendy.......

  2. The Following 17 Users Say Thank You to chumita For This Useful Post:


  3. #2
    Tukang Ngintip jagatrg's Avatar

    Join Date: Jan 2011

    Posts: 123

    Thanks: 1,446

    Thanked 1 Time in 1 Post

    Default

    Quote Originally Posted by chumita View Post
    Aku masih menikmati sisa2 orgasmeku, rendy segera menindih tubuhku. Ia berusaha merentangkan kedua

    pahaku, namun aku bergeming kusilangkan kedua kakiku. Rendy tak juga mau menyerah, dengan telaten

    dimasukkan kontolnya diantara jepitan pahaku. “Rendy… kamu mau apaaa?..”

    “mbak pernah petting ngga?” bisik Rendy ketelingaku, aku menggeleng, aku sungguh tak mengenal istilah

    tersebut. “Kita cobain yuk” bisiknya lagi,“rennnn.....jangan….aku ngga mauu”“ngga pa pa… Rendy cuma

    mau masukin kepalanya aja trus Rendy cabut lagi” Rendy mengosokan ujung penis ke atas dan kebawah

    pada bibir vagina ku. “ja..ngannn rennn ..ohhhhh”Rendy dalam posisi yang tepat sehingga aku tak kuasa

    mencegahnya. Leppp!!! Ujung kulup Rendy yang mbdol besar itu lenyap juga membelah dan masuk ke

    belahan liang ku. “ngga sakit lagi kan mbak? Rendy masukin lagi ya mbak seperti tadi?”“ngga mau ah” aku

    masih menahan gengsi. “ Rendy janji ngga dalem-dalem” aku mengeliat saat benda itu kembali bersarang di

    kewanitaanku, diiringi geli dan nikmatnya bukan kepalang. Setelah masuk Rendy menahannya lebih lama dari

    tadi. Pinggul Rendy mulai bergerak mundur maju mengocok lembut vagina ku. Ia tarik mundur sedikit namun

    tak sampai penisnya lepas tercabut lalu kembali melesak masuk lagi sedalam tadi. Memang tak banyak

    gerakan yang dibuat Rendy, namun itu cukup untuk membuat aku menggelinjang nikmat. Ia gosokan

    penisnya ke atas dan ke bawah belahan vaginaku menyentuh klitoris lalu lalu perlahan bulatan kepala masuk

    hingga memenuhi pintu vaginaku “uhh.. dia masuk lagiii” gumamku lirih. Rendy mengocok dengan cepat.

    Membuatku terbuai dan larut dalam goyangan birahi Rendy. Beberapa menit ini aku cukup kelabakan

    menangani napsu anak ini yang tak kunjung reda. Aku harus berusaha menghindari Rendy, aku takut makin

    terhanyut oleh permainan anak itu hingga akhirnya harus menyerahkan milikku yang paling berharga. namun

    selalu seperti sebelumnya, aku tak bisa. aku tak sanggup menolak. Naluri kewanitaanku juga menginginkan

    belaian-belaian dari rendy.Kenikmatan itu begitu memabukkan, membuatku ketagihan, Ughh…penis itu

    kembali menancap vaginaku. Gatal nikmat menjalar cepat menyengat s*****kanganku akibat ujung sengat

    Rendy.


    “Mbak….” “Egg?”

    “boleh ya mbak, kali ini … Rendy masukan semua titit Rendy kepunya mbak?” aku telah menduga sejak awal

    kalau akhirnya rendy akan meminta hal itu juga. “Jangan rennn …, Rendy kan sudah janji . tidak akan

    melakukan lebih dari hanya sebatas petting..” Dengan akal sehatku, aku masih berusaha mengendalikan

    hasrat pada dirikuyang juga menggelora. Aku bukan tidak tahu resiko permainan apiku dengan Rendy .

    Hanya tinggal satu langkah lagi akudan Rendy akan melakukan apa yang hanya boleh aku lakukan dengan

    suamiku yang sah. “Rendy ngga mau ingkar janji sama mbak, tapi…kalau mbak ijinkan meski hanya sekali ini

    saja Rendy ingin menjadi laki-laki yang ngentot sama ibu, demi cinta Rendy sama mbak” Rendy masih

    menindih tubuh sintal aku, itupun Ia terus menerus memberikan rangsangan terhadap tubuh ku, mulutnya

    menghisap kuat puting sebelah kiri payudara ku karena ia tahu yang kirilah yang paling sensitif. Sementara

    kepala penisnya tetap bergerak keluar masuk dalam kelopak vagina ku, ini adalah posisi paling aku sukai Ia

    merasakan kenikmatan ganda. Hampir satu jam lamanya ia melakukannya. Entah kenapa Rendy tak kunjung

    ejakulasi padahal aku sudah empat kali memperoleh orgasme. Semakin lama vaginaku semakin sensitif

    terhadap rangsangan. Bahkan orgasme yang terakhir barusan nyaris membuat air kecingku ikut memancar

    keluar bersama cairan cintaku. Rasanya aku tak mampu terus menerus melawan kemesraan yang diberikan

    Rendy padaku

    “Rennnn……masuk..kan…semuaaa, mbak tak tahann lagiii ohhhh…” akhirnya aku berbisik demikian ke telinga

    Rendy, Rendy bukan main terkejut namun gembira mendengar penyerahan terakhir kunya itu, sungguh ia

    tak menyangka akhirnya aku mengijinkannya melakukan penetrasi penuh ke liang senggamaku. “ughhh

    mbakkkk.… Rendy entot sekarang ya?” ujar rendy lirih “Iya rennn..iya.. milikii mbak sayangg!!!! Ohhh!!”

    rintih ku. Tak ada rasa malu yang tersisa aku sudah tak peduli lagi terhadap statusku sebagai seorang istri

    ustad. Birahiku sudah sampai pada titik puncak Kini aku hanya butuh penuntasan dari rendy menggumuliku.

    Tak membuang waktu Rendy mendekap tubuh sintal ku Mulutnya menyergap kembali putting sebelah kiri ku.

    Melumatnya untuk meningkatkan rasa nikmat bagi ku sebelum penyatuan itu terlaksana. Hingga tak terlalu

    sukar bagi penis Rendy melakukan penetrasi total. Rendy menurunkan pinggulnya dan dengan satu

    hentakan lembut kewanitaanku merengang dan terkoyak“Awww.. Rennnn!!!” pekik ku lirih perih saat

    kontolnya memasukki lorong nikmatku, jemarinya mencengram pinggul Rendy. Penis nya terus mendesak

    masuk perlahan menjamahi semua keindahan yang sudah sekian lama didambakannya di dalam sana hingga

    akhirnya berhenti setelah ujungnya yang berkulup menyentuh dasar liang cintaku. Penantian Rendy selama

    ini telah menjadi kenyataan, kini aku sudah menyerah secara utuh dalam dekapan eratnya. Kulit ku yang

    halus lembut bersentuhan tanpa penghalang dan batas apapun dengan tubuh kasar Rendy. Kemaluan kami

    bertaut erat menyatu dengan sempurna seakan penis Rendy memang tercipta bagi vaginaku begitupun

    sebaliknya. “Ougghhh..rennnn…pelann pelannn…”


    aku mulai merasakan sengatan nikmat melanda s*****kanganku, Rendy mengocok lembut daging

    kejantanannya. Ditariknya sedikit sejauh satu senti menghujam lagi perlahan hingga menyentuh dasar rahim

    lalu dua detik ditahannya di sana. Berulang-ulang ia ulangi gerakan itu“Ouhh…uuu..rennn” aku mengangkat

    pinggulku tiap kali kontol Rendy ditarik keluar, begitupun bila penis Rendy menekan masuk, aku mengikuti

    arah gerakannya. Vaginaku begitu penuh sesak oleh daging cinta hitam milik Rendy. Gatal dan nikmat makin

    tak tertahankan. Ketika orgasmenya datang akupun pun terpekik “rendyyyyyyy!!!!!!!!……Oughhhhh……”


    akupu mempererat dekapanku, Kedua kakiku melingkar dipinggul Rendy dan menekannya. Ini orgasme ku

    hasil persetubuhan secara penuh dengan Rendy. Bola mata ku lenyap hanya tinggal putihnya. Cairan cintaku

    memancar deras, sungguh tak terkira nikmatnya, jauh lebih nikmat dari sebelumnya, bahkan berjuta kali jauh

    lebih nikmat dari petting barusan. Rendy tahu apa yang harus ia lakukan saat itu, Ia berusaha menambah

    sensasi kenikmatan orgasme bagi ku. Sambil bertahan ketika vagina ku berkontaksi melumat penisnya,

    ditekannya benda itu sedalam dan selama mungkin pada kemaluan wanita itu. Lalu dikerahkannya kekuatan

    otot kemaluannya untuk membuat denyutan-denyutan berirama dan keras, nampaknya ia berhasil. Vaginaku

    masih terus menghisap penisnya hingga satu menit. “mbak….dewi…enaakkkkkk!!”Rendypun terpekik dalam

    sensasi nikmat.

    Rendy menggigil menahan nikmat namun ia tak mau berakhir secepat itu. Spermanya seakan ingin meledakan

    di ujung penisnya namun masih dapat ia pertahankan sekuat tenaga. Rendy tetap mengocok penisnya kali ini

    secara cepat. aku terkejut gerakan Rendy kali ini membuatku begitu cepat melambung“Ohh.. Rendyiii… kamu

    kuat sekaliiiii” Nampaknya sesi kali ini tidak berlangsung lama, baik Rendy maupun aku tak mampu lagi

    bertahan.“mbak dewi sayaaang…Rendyii sudah mau keluaarrr!!” aku mengeratkan jepitan kakiku pada

    pinggul Rendy mencegahnya untuk mencabut penisnya. Segera hanya hitungan detik, orgasme dasyat

    melanda kami berdua. Seketika itu juga Rendy menekan tititnya secara penuh dan membentur mulut rahim

    ku.

    “arrrggghhhhhsss…........Rendyyyyyyyyyy” jeritku disusul Vagina ku berkontraksi hebat melumat tiap senti

    daging penis Rendy, menghisapnya dengan segenap cinta dan kepasrahan. aku rasakan sekujur tubuhnya

    menggigil. Kesadaranku sejenak hilang, pandangannya nanar, serasa jiwanya melayang tinggi, r****ya

    serasa terendam ke dalam samudera kenikmatan ragawi yang tak bertepi. Secercah cahaya putih yang

    berpendar di matanya lalu menjadi kabur. Entah berapa lama ia tak sadar.Rendy pun mendekap erat

    tubuhku. “Ouggghhhhh..mbak!!!!!!..Rendy keluarrrrrr!!!!” pekiknya merasakan kenikmatan yang datang

    jauh lebih dasyat dari pada sebelumnya. Nampaknya kali ini Rendy tak mampu bertahan lagi. Pertahannya

    runtuh oleh nikmatnya lumatan dasyat vaginaku sungguh membuat kejantannya tak berdaya. Penis rendy

    berdenyut denyut kencang, air mani yang tersimpan dalam testisnya selama hampir satu jam ini tak

    tertahankan meletup dari ujung kepundannya dan memancar deras pada tiap denyutannya. Denyutan yang

    menghentak berulang-ulang jauh lebih dering dan keras dari biasanya, Rendy seakan-akan ingin

    mengosongkan seluruh isi testisnya ke dalam rahim ku. Orgasme dasyat itu berlangsung sekitar satu

    setengah menit namun bagi ku dan. Setelah orgasme ku mereda dan kesadaran kembali pulih, aku berusaha

    mengatur napasnya. Penis Rendy pun masih menancap ketat.“Uhh..rennn…cabut duluu” pinta ku lirih ketika

    aku rasakan kewanitaanku agak ngilu.Rendy mencabut perlahan meski ia masih ingin berlama-lama di dalam

    situ.

    “Plokk…” saat benda itu terlepas sebagian sperma Rendy tumpah ke seprey. aku memperhatikan bercak-

    bercak lendir putih menempel pada penis Rendy. Aku tersadar telah melakukan hal terlarang dan telah larut

    didalamnya. Kepalaku menjadi semakin berat, tiba2 gelap telah menutup mataku dalam keadaan bugil aku

    tidak sadarkan diri didepan mata rendy.......
    bagus....enak cerita ini, boleh kasi 10 bintang......lanjut lagi bro....

  4. #3
    Virgin bestox's Avatar

    Join Date: Oct 2008

    Posts: 20

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    mantap

  5. #4
    Virgin gakadauser's Avatar

    Join Date: Mar 2010

    Posts: 12

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    aduh gan, baca na bikin hati berdegup degup nih
    ya

  6. #5
    Penjahat Kelamin TheAlfonso's Avatar

    Join Date: Feb 2011

    Location: dunia maya

    Posts: 1,616

    Thanks: 489

    Thanked 186 Times in 40 Posts

    Default

    cerita paling asik....ada kelanjutannya lagi kan

  7. #6
    Tukang Ngintip myneisya's Avatar

    Join Date: Jan 2009

    Posts: 109

    Thanks: 17

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    mantabbbbbbbbb dilanjut gannnnnn....

  8. #7
    Virgin jambumetealas's Avatar

    Join Date: Jan 2012

    Posts: 13

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    hmm...dewi...dewi

  9. #8
    Virgin agent's Avatar

    Join Date: Nov 2010

    Posts: 21

    Thanks: 0

    Thanked 0 Times in 0 Posts

    Default

    dasar dewi dewi

  10. #9
    Tukang Ngintip unyil_botak's Avatar

    Join Date: Dec 2010

    Posts: 138

    Thanks: 58

    Thanked 7 Times in 2 Posts

    Default

    mantapppp ditambah lagi donkkk

  11. #10
    Tukang Ngintip darmindarmon's Avatar

    Join Date: Jun 2010

    Posts: 132

    Thanks: 268

    Thanked 1 Time in 1 Post

    Default

    konak 12 neh bacanya..
    masa jatuh nya plok..
    emang gitu Y kalo sperma jatuh..
    hehe.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •